Selasa, 09 Juli 2013

(Pulau Raijua – NTT, 13/06) PT PLN (Persero) secara resmi mengoperasikan 4 buah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berada di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu masing-masing : PLTS Raijua berkapasitas 150 kilo Watt peak (kWp) yang berlokasi di Kabupaten Sabu Raijua, PLTS Nule berkapasitas 250 kWp dan PLTS Pura berkapasitas 175 kWp, keduanya berlokasi di Kabupaten Alor serta PLTS Solor Barat berkapasitas 275 kWp yang berlokasi di Kabupaten Flores Timur, sehingga total kapasitas dari ke-4 PLTS yang diresmikan ini adalah sebesar 850 kWp.

 
Direktur PLN, Vickner Sinaga (ketiga kanan) bersama Bupati Sabu Raijua, Marthen Luter Dira Tome (ketiga kiri) disaksikan Ketua DPRD Sabu Raijua, Ruben Kale Dipa (kedua kanan) dan GM PLN NTT, Richard Safkaur (kedua kanan), Rabu (12/6) malam, meresmikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Raijua berkapasitas 150 kilo Watt peak (kWp) dan 3 PLTS lainnya yang ada di NTT, dengan total kapasitas terpasang 850 kWp.

Peresmian ke-4 PLTS tersebut dilakukan oleh Direktur PLN (Operasi Indonesia Timur), Vickner Sinaga, bersama-sama dengan Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Marthen Luther Dira Tome, yang juga turut disaksikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Ruben Kale Dipa dan General Manager PLN NTT, Richard Safkaur, Rabu (12/6) malam, bertempat di desa Ledeke, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, NTT.
“Saya bahagia melihat sinar kebahagiaan dari raut wajah Bapak-Ibu sekalian, karena listrik dapat memberikan perubahan dan kebanggaan bagi masyarakat di Raijua. Hal ini langsung menghilangkan rasa lelah saya yang butuh waktu hampir 19 jam dari Jakarta untuk menjangkau pulau Raijua, dengan menggunakan aneka transportasi, mulai pesawat bermesin jet ke Kupang, kemudian dilanjutkan pesawat baling-baling ke Sabu, lanjut lagi naik kapal  kayu ke pulau Raijua dan ternyata masih harus naik lagi mobil truk sekitar 40 menit menuju lokasi PLTS untuk bisa berjumpa dan menyaksikan kebahagiaan dari warga Raijua” lanjut Direktur PLN, Vickner Sinaga.
Pembangunan PLTS dengan sistem off-grid yang dilakukan PLN seperti di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang memanfaatkan potensi energi matahari ini, merupakan salah satu wujud nyata dari upaya PLN untuk terus meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (renewable energy), selain tentunya merupakan bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dengan pembangunan pembangkit baru dan jaringan listrik.
PLTS Raijua pada pertengahan tahun 2012 lalu, sebenarnya telah siap untuk dioperasikan tapi masih harus menunggu penyelesaian pembangunan jaringan yang menghadapi kendala mobilisasi peralatan karena transportasi yang terbatas, dimana untuk menjangkau pulau Raijua dari ibukota kabupaten  Sabu Raijua dibutuhkan 2 jam perjalanan laut menggunakan kapal kayu yang jika pada musim angin sekitar Mei – Juli tinggi gelombang bisa mencapai 3 meter yang dapat mengganggu pelayaran di NTT. Tapi itu tidak menjadi rintangan bagi PLN untuk segera menuntaskan pembangunan PLTS dan jaringan yang akhirnya listrik dapat dinikmati masyarakat Raijua saat ini.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah, khususnya Bupati kabupaten Sabu Raijua dan masyarakat pulau Raijua yang sudah mendukung PLN dalam menyelesaikan pembangunan PLTS Raijua, termasuk memberikan tanah secara hibah kepada PLN untuk dijadikan lokasi pembangunan PLTS, sehingga diharapkan agar seluruh masyarakat Raijua merasakan ikut memiliki PLTS ini dan ikut menjaganya” ujar GM PLN NTT, Richard Safkaur.
Camat Raijua, Sanny Pelokila menyampaikan bahwa kecamatan Raijua yang terdiri atas 5 desa, dengan luas daerah mencapai 37,6 km persegi memiliki 2500 kepala keluarga, sebagian besar penduduknya menjadikan rumput laut sebagai komoditi andalan masyarakat Raijua, selain sebagai nelayan. Sejak ditetapkan menjadi Kecamatan Definitif pada 20 Desember 1992, atau hampir 21 tahun, pulau Raijua belum tersentuh layanan listrik, hingga akhirnya PLN hadir melalui PLTS yang dioperasikan pada 12 Juni 2013.
“Kami atas nama masyarakat Raijua mengucapkan syukur kepada Tuhan karena melalui PLN yang membangun PLTS di Raijua, kami akhirnya mendapatkan terang dari listrik yang selama ini kami nanti-nantikan. Kami sudah bisa menikmati hasil kemerdekaan, dan terutama anak-anak kami yang bersekolah mendapatkan kesempatan untuk bisa giat belajar dimalam hari” ujar Sanny Pelokila, Camat Raijua.
Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Ruben Kale Dipa memberikan apresiasi kepada PLN atas diresmikannya PLTS di Raijua. ”Apresiasi kami sampaikan kepada PLN karena hadirnya PLTS di Raijua menjadi kebanggaan bagi masyarakat Raijua dan sebagai salah satu wujud kemerdekaan dan hasil pembangunan yang mulai dirasakan masyarakat Raijua yang berada di garda terdepan sebelah selatan dari Indonesia” jelas Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Ruben Kale Dipa.
Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Marthen Luther Dira Tome berharap agar masyarakat di Raijua dapat benar-benar memanfaatkan hadirnya listrik untuk hal-hal yang berguna. “Mari kita semua, terutama masyarakat di Raijua, harus dapat memanfaatkan hadirnya listrik bukan untuk hal-hal konsumtif tapi lebih diupayakan untuk dijadikan alat pendukung produksi. Listrik juga adalah merupakan kunci menuju jendela dunia, anak-anak sekolah dapat belajar di malam hari” ujar Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Marthen Luther Dira Tome.
Sementara itu, Manajer PLN Area Kupang, Hitler Togotorop menyebutkan bahwa seluruh pelanggan yang baru menikmati listrik dari PLN di pulau Raijua, 100% pelanggannya sudah menggunakan layanan listrik pintar (model prabayar) dari PLN. “Sekitar 200 pelanggan baru di Raijua semuanya telah menggunakan layanan listrik prabayar” jelas Manajer PLN Area Kupang, Hitler Togotorop.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 520 ribu pelanggan PLN di propinsi dengan rasio elektrifikasi Propinsi NTT di akhir 2012 mencapai 53%, dan ditargetkan menjadi 60% di tahun 2013.

0 comments:

Posting Komentar