Selasa, 09 Juli 2013


(Sabu Raijua – NTT, 13/6) Denada Lay (15 tahun), siswa SMP Negeri 1 Sabu Barat, kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), meraih prestasi dengan menjadi peringkat 1 nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di propinsi NTT, dengan nilai rata-rata 8,8.
Kepala SMP Negeri 1 Sabu Barat, Dorkas, menyebutkan bahwa prestasi yang diraih sekolahnya tersebut adalah sebuah loncatan besar, karena pada tahun 2012, SMP Negeri 1 Sabu Barat hanya meraih peringkat 14 se-NTT. Prestasi menjadi peringkat 1 SMP di propinis NTT selain karena siswanya meraih nilai UN tertinggi, juga karena 100% dari 149 siswanya dinyatakan lulus UN.

“Prestasi ini dapat dicapai selain karena proses belajar mengajar yang efektif di sekolah, tapi juga yang utama adalah karena keberhasilan dari Program Belajar Kelompok yang intensif dilakukan oleh siswa kami. Dulu ketika belum menikmati layanan listrik dari PLN, para siswa kesulitan belajar malam hari, namun sejak kehadiran lampu SEHEN dari PLN siswa kami menjadi lebih giat lagi belajarnya” ujar Kepala SMP Negeri 1 Sabu Barat, Dorkas.
Denada Lay yang untuk nilai mata pelajaran bahasa Inggrisnya mendapatkan nilai 9,20 merasa sangat terbantu dengan hadirnya layanan listrik dari PLN melalui PLTS SEHEN di kampung tempat dirinya tinggal. “Saya dapat belajar malam hari sejak ada lampu SEHEN dari PLN” tutur Denada yang bercita-cita menjadi seorang GURU ini.
Atas pencapaian prestasi yang diraih SMP 1 Sabu Barat ini, Direktur PLN, Vickner Sinaga akan memberikan bantuan berupa 100 buah buku yang akan diberikan ke perpustakaan SMP 1 Sabu Barat. “Semoga semangat belajar siswa dan siswi SMP 1 Sabu Barat akan terus terpacu untuk meraih prestasi dan semoga dari Sabu Barat akan muncul calon-calon pemimpin masa depan Nusa Tenggara Timur bahkan di tingkat nasional” harap Vickner Sinaga, Direktur PLN, kamis (13/06) di Sabu Raijua.
Bagi masyarakat yang berdiam di wilayah di Indonesia Timur dengan kondisi geografis yang berbukit-bukit dan jauh dari jangkauan layanan listrik PLN seperti yang dialami Denada dan masyarakat lainnya yang ada di kabupaten Sabu Raijua NTT, dimana baru bisa menggunakan layanan penerangan dari PLN yang dihasilkan dari Pembangkit ListriknTenaga Surya (PLTS) yang menggunakan lampu Super Ekstra Hemat Energi (SEHEN), dan tidak seberuntung saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang tinggal di perkotaan dan sudah sejak lama menikmati manfaat layanan listrik.
Menurut General Manager PLN Nusa Tenggara Timur, Richard Safkaur, pengguna lampu SEHEN di Nusa Tenggara Timur telah mencapai 100 ribu pelanggan dan menjadi salah satu solusi untuk memberikan layanan kelistrikan bagi masyarakat di propinsi NTT yang berada jauh dari jangkauan jaringan listrik PLN karena berada tersebar di pulau-pulau dan di daerah perbukitan. “Program SEHEN menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di NTT akan kebutuhan penerangan, karena selama ini belum terjangkau jaringan PLN” jelas Richard Safkaur, GM PLN NTT.
Semangat untuk maju dan menembus ketertinggalan dengan kehadiran listrik menjadi sebuah harapan yang cerah bagi majunya pembangunan masyarakat di seluruh Indonesia.

0 comments:

Posting Komentar