Kamis, 04 Oktober 2012

BAJAWA - Panas bumi Mataloko berpotensi menghasilkan energI panas bumi sebesar 65 MW.  Dengan kekuatan ini mampu memenuhi kebutuhan listrik di seantero Flores.  Sejak 2004 terpasang 2,5 MW  namun  baru digunakan 1,8 MW.  Karena rusak pada sebagian peralatan, PLTP Mataloko tidak  digunakan lagi.  Tahun 2013 direncanakan dipasang 5 MW diawali dengan proses pelelangan untuk mencari kontraktor pengelola PLTP Mataloko.

Menurut Ir. Yunus Saefulhak, MM, MT,  Kasubdit Pelayanan dan Bimbingan Usaha Panas Bumi, Direktorat Panas Bumi,  proses yang  digalang sejak 2004  ini belum memenuhi ketentuan juridis formal sehingga dibutuhkan proses yang  benar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.  “Selama ini  pengelolaan tidak sesuai dengan peraturan dan hari ini merupakan momentum yang penting untuk mengawali semua proses ini sesuai aturan.  Untuk  itu harus diawali dengan proses pelelangan PLTP Mataloko,”  kata Yunus.
Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan Dan Konservasi Energi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia mengambil inisiatif proses Fasilitasi Pelaksanaan Pelelangan  Wilayah Kuasa Pertambangan (WKP)  Panas Bumi di Daerah Mataloko, Kabupaten Ngada, di Bajawa 13 Juni.
Menurutnya, Pemanfaatan panas bumi untuk pembangkitan tenaga listrik di Indonesia saat ini masih sangat kecil dibandingkan dengan potensi yang ada, dimana pengembangan energi panas bumi baru mencapai 1.226 MW atau sebesar 4,2% dari potensi yang ada, dimana kapasitas terpasang ini semuanya di-supply dari PLTP era sebelum terbitnya UU No. 27/2003. Sementara potensi panas bumi 29.215 MW, terdiri dari sumber daya 13.195 (spekulatif, 8.231 MW dan hipotesis 4.964) dan  cadangan 16.020 MW  (terduga, 12.909; mungkin 823 dan terbukti 2.288).

Bupati Ngada Marianus Sae menjelaskan, potensi panas bumi Mataloko memang sudah diusahakan sejak 2004, namun proses yang dilakukan belum memenuhi  proses aturan yang berlaku maka perlu direvisi prosesnya melalui pelelangan. “Hari ini kita baru memasuki tahapan prosedur yang benar  dan proses ini difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan Dan Konservasi Energi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia,” ujarnya.
Ketua DPRD Ngada, Kristoforus Loko, mengharapkan, pemerintah pusat tidak bermain-main dengan informasi  yang menghibur seperti angin surge, tetapi dalam kenyataannya tidak sesuai dengan kabarnya. “Kami dari dewan bahkan sudah mengingatkan pemerintah agar tidak perlu lagi meneruskan proses perijinan jika pemerintah pusat masih berdalih macam-macam.  Cukup kita sudah miskin jangan jadi kelinci percobaan pusat,” ujar Kristo.

Sumber: http://www.floresbangkit.com/2012/06/panas-bumi-mataloko-berpotensi-hasilkan-65-mw/ 

0 comments:

Posting Komentar