Senin, 01 Oktober 2012

Direktur Utama PLN Nur Pamudji (kanan) dan Kepala Pusat Investasi Pemerintah Soritaon Siregar saat menandatangani MoU mengenai Dukungan Pendanaan Proyek Energi Terbarukan, Rabu (16/5) siang di Jakarta.
(Jakarta, 16/5). PT PLN (Persero) telah sepakat untuk menjalin kerjasama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk mendukung pengembangan proyek-proyek kelistrikan yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT). Kesepakatan kerjasama ini, tertuang dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah ditandatangani oleh Kepala PIP Soritaon Siregar dan Direktur Utama PLN Nur Pamudji di kantor PIP, Rabu (16/5) di Gedung Graha Mandiri, Jakarta.

Nota Kesepahaman ini didasari oleh adanya tekad dan keinginan PIP untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan, seperti mini/micro hydro dan biomass. Dalam hal ini, PIP akan mendukung pembiayaan pembangunan proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan oleh pengembang swasta (IPP) yang telah memiliki Kesepakatan Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PLN, terutama proyek yang potensial untuk didanai dan memiliki manfaat sosial ekonomi yang signifikan namun belum memperoleh financial close. Sementara itu dalam kerjasama ini, nantinya PLN akan melakukan transfer of knowledge dan capacity building mengenai hal-hal yang perlu diketahui/dikuasi oleh PIP dalam proses penilaian kelayakan suatu proyek dan mengelola investasi di sektor kelistrikan yang memanfaatkan energi terbarukan.
 
Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyatakan senang dan menyambut baik tekad PIP untuk terjun ke renewable energi. Bisnis di bidang renewable akan semakin marak saat ini dan ke depan. Trend harga energi renewable juga terus turun sehinggasemakin menarik. “Saat ini ada 300 proposal pembangunan PLTMH yang masuk ke PLN” kata Nur Pamudji.
 
Salah satu proyek kelistrikan dengan energi terbarukan yang terus dikembangkan oleh PLN adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mini/Micro Hydro (PLTMH) yang ramah lingkungan. Sayangnya, hingga kini, jumlah proyek PLTMH yang telah didanai masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan potensi PLTMH yang ada di Indonesia. Sampai bulan April tahun ini, total kapasitas PLTMH yang sudah memiliki kesepakatan jual beli listrik (Power Purchase Agreement) oleh PLN sebesar 211 MW. PLN mencatat hingga sekarang ini, potensi PLTMH yang masih bisa dikembangkan diberbagai lokasi secara tersebar diperkirakan mencapai 500 Mega Watt (MW). Sementara total kapasitas PLTMH yang sudah dioperasikan oleh PLN maupun pengembang swasta (IPP) baru sekitar 36 MW, sedangkan yang tengah dalam tahapan konstruksi oleh pengembang swasta tercatat sebesar 138 MW.
 
PLN berharap dengan adanya model kerjasama seperti ini, bisa memberikan iklim usaha yang lebih positif dan kondusif bagi para pengembang swasta untuk menanamkan investasinya di proyek kelistrikan berbasis EBT. Hal ini selain akan memberikan dampak pada percepatan pengembangan proyek kelistrikan yang berbasis EBT, juga akan memberikan dampak yang signifikan bagi PLN dalam melepaskan diri dari ketergantungan pada BBM dalam penyediaan listrik. (*)

0 comments:

Posting Komentar