Senin, 01 Oktober 2012

Dengan pertimbangan wilayah usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) yang sangat luas, keterbatasan infrastruktur transportasi untuk membawa energi primer ke lokasi terpencil khususnya di wilayah Indonesia Timur serta penyebaran penduduk yang tidak merata, maka pengembangan energi baru terbarukan oleh perusahaan listrik plat merah tersebut dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, dimulai dari periode 2010-2014 pengembangan energi baru terbarkukan diutamakan di wilayah Indonesia timur dengan menerapkan sistem hybrid yaitu gabungan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan energi baru terbarukan, pada periode ini kemampuan PLN masih terbatas, terutama untuk daerah-daerah tertinggal, pulau-pulau terdepan (dekat perbatasan) dan pulau-pulau terluar.
  
Energi baru terbarukan yang akan dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), biofuel dan pembangkit listrik tenaga (PLT) biomass. Selain itu di wilayah Indonesia barat akan dikembangkan PLT biomass dan PLTMH.
 
Sementara pada periode tahap kedua, yaitu dimulai dari periode 2015-2019, sejalan dengan membaiknya kondisi keuangan perusahaan, PLN meningkatkan kapasitasnya diseluruh Indonesia, terutama untuk PLTS dan PLTB di daerah tertinggal, pulau terdepan,dan pulau terluar atau terpencil, termasuk juga daerah yang belum dilistriki oleh PLN. Untuk dapat melaksanakan program tersebut sangat diperlukan dukungan dan kerjasama semua pihak terutama PLN, pemerintah pusat, daerah, swasta dan masyarakat.
Sedangkan terkait pembangunan listrik desa, untuk saat ini pembangunan dilaksanakan oleh 28 Satuan Kerja Listrik Desa( Satker Lisdes), dimana untuk 24 Satker Lisdes tersebut berada pada masing-masing propinsi, kecuali untuk 4 Satker Lisdes merupakan gabungan dua propinsi seperti  Satker Lisdes Riau dan Riau Kepulauan, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Sulawesi Selatan dan juga Sulawesi Barat, serta Papua dan Papua Barat.
 
Sasaran kuantitatif pembangunan listrik desa adalah bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik, dengan mengacu pada sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM )tahun 2010-2014, yaitu untuk rasio elektrifikasi dari 67,2 persen tahun 2010 menjadi sebesar 80 persen di tahun 2014, dan untuk rasio desa berlistrik 94,6 persen tahun 2010 menjadi sebesar 98,9 persen di tahun 2014.(ferial)

0 comments:

Posting Komentar