Kamis, 04 Oktober 2012

General Manager (GM) PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Richard Safkaur,berkunjung ke Flores Timur dan Sikka pekan lalu meminta dukungan pemerintah daerah setempat juga para tokoh agama (toga). Kunjungan selama dua hari kerja itu dimanfaatkannya untuk bertemua pemerintah di dua kabupaten tersebut. Dia juga sempat bertemu dengan Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung, namun tidak berhasil bertemua Uskup Maumere, Mgr. Cherubim Parera karena uskup sedang  mengikuti kegiatan penting yang tidak bias ditinggalkan.
Tujuan bertemu dengan pemerintah daerah dan tokoh agama adalah untuk meminta dukungan dari pejabat pemerintah dan tokoh agama dalam pelaksanaan proyek pembangunan kelistrikan di wilayahnya masing-masing.

Sebagaimana diketahui, Richard Safkaur menjadi GM Wilayah NTT, sejak Maret 2012 menggantikan Santoso Januwarsono, yang pindah tugas menjadi GM PLN Wilayah Sulawesi Utara, Sulewsi Tengah dan Gorontalo. Richard Safkaur sebelumnya adalah Manajer Sumber Daya Manusia pada PLN Wilayah Papua.
Dalam pertemuan dengan Sekda Kabupaten Flores Timur, Tonce Matutina karena Bupati Yoseph Lagadoni Herin tidak berada di Flotim, Tonce menyambut gembira adanya proyek-proyek pembangunan dan pengembangan kelistrikan di Kabupaten Flores Timur.
Matutina mengakui kendala krusial di Flores Timur adalah masalah tanah. Terutama masalah tanah di Pulau Adonara, diakui cukup rumit. Itu karena kepemilikan tanah  bersifat hak ulayat milik suku-suku.
“Pemerintah dan masyarakat jelas sangat membutuhkan listrik sebagai motor penggerak pembangunan di segala bidang, tetapi kendala terberatnya adalah masalah tanah di lokasi proyek kelistrikan. Bahkan lahan yang sudah dibebaskan oleh pemerintah, masih saja ada oknum-oknum yang membuat onar sehingga menghambat,” tandas Matutina.
 
Richard Safkar menjelaskan di wilayah Kabupaten Flores Timur, PLN Wilayah NTT merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Batubara (PLTGB) di Flores Timur daratan dan PLTS komunal di wilayah Solor Barat. Juga dijajaki pembangungan jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan  Larantuka dan Adonara.
Dalam tatap muka dengan Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung di kediamannya, Uskup Larantuka. Mgr. Frans Kopong Kung dalam pertemuan dengan Richard juga mengakui persoalan tanah menjadi masalah sensitif di Flores Timur. Oleh karena itu, Uskup Larantuka meminta pihak-pihak yang membutuhkan lahan untuk membangun, termasuk PLN, agar melakukan transparansi dengan masyarakat agar tidak ada kecurigaan yang kontraproduktif.
 
Sementara di Maumere, Richard juga  hanya bertemua dengan Sekda Sikka, dr. Valen Sili Tupen karena bupati Sosimus Mitang tidak berada di Sikka.
Dalam pertemuan itu, Richard menyambut gembira adanya Lampu Penerangan SEHEN  yang sangat membantu warganya yang hingga kini belum menikmati listrik karena letaknya yang terpencil dan tinggal jauh dari jaringan listrik.
Berkaitan dengan pengembangan kelistrikan di Kabupaten Sikka, terutama pembangunan tower untuk jaringan transmisi 70 KV Ropa – Maumere, Sekda Sikka menyatakan pemerintah Kabupaten Sikka siap mendukung dan memfasilitasi hal-hal yang menjadi tanggung jawab pemerintah.Sumber:  http://www.floresbangkit.com/2012/09/kunjungan-ke-flores-gm-pln-ntt-minta-dukungan-pemerintah-dan-toga/

0 comments:

Posting Komentar