Kamis, 04 Oktober 2012

Tim Pemerintah Jepang berfoto bersama dalam acara tatap muka dengan pemerintah Manggarai di Aula Ranaka, Kantor Bupati setempat, Jumat (21/9).
RUTENG -Pemerintah Jepang melirik potensi  panas bumi Ulumbu di Kabupaten Manggarai, Flores. Panas bumi Ulumbu sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut  dalam memenuhi kebutuhan listrik di Manggarai.

Rencananya, dalam bulan September hingga Desember 2012 Pemerintah Jepang akan melakukan prastudi kelayakan  potensi dan pembangunan energi panas  bumu Ulumbu di Manggarai. Hal ini diungkapkan Yasushi Momoso, Wakil Tim Leader  dari Kementrian Perdagangan, Ekonomi dan Perindustrian Jepang pada acara tatap muka dengan pemerintah Manggarai di Aula Ranaka, Kantor Bupati setempat, Jumat (21/9).
Tim Pemerintah Jepang ini di antaranya, Yasushi Momoso, Akira Saito, Masahiro Takahashi dan Dodi Rahmatulah. Mereka diterima Sekda Manggarai, Manseltus Mitak dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Manggarai, serta sejumlah pengusaha dari PT Manggarai Multi Investasi (MMI).
Yasushi Momos, pada kesempatan tersebut mengatakan,  tim akan melakukan survei di luar kawasan yang dikelola oleh PLN. Dalam rencana ini, kata Momoso, pihaknya akan menggandeng industri dari Jepang atau industri di Indonesia. “Kami akan melakukan survei kebutuhan listrik di kota Ruteng atau sekitarnya. Selain itu, bagaimana lingkungan hidup dan  sistem pembangkit listriknya,”ujarnya.

Permintaan Listrik
Ia menambahkan, tahapan studi kelayakan dan pengumpulan datanya akan selesai Desember 2012 ini. Setelah itu, hasilnya akan dipresentasikan di Jakarta.  ”Karena itu, kami berharap studi ini dapat membantu memenuhi  permintaan listrik di kota Ruteng. Pemerintah Manggarai juga diharapkan dapat membantu pengembangan proyek ini,” harapnya.
Sementara itu, Sekda Mitak menyambut baik  atas rencana  investasi pemerintah Jepang untuk mengembangkan panas bumi Ulumbu. Menurut Sekda Mitak,  potensi panas bumi Ulumbu masih sangat besar, karena yang dikelola PLN saat ini baru 10 MW  dari potensi Ulumbu  yang diperkirakan mencapai 172 MW.
“Bila ini berhasil dikelola, maka listrik yang dihasilkan ini tidak saja untuk Kabupaten Manggarai, tetapi juga untuk kebutuhan listrik bagi kabupaten tetangga seperti Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai timur,”katanya. Ia juga menjelaskan, potensi  energi alternatif selain panas bumi Ulumbu. Kabupaten Manggarai juga memiliki potensi  lain seperti  listrik mikro hidro, dan tenaga  surya.
Sementara itu, Yustinus Mahu, mewakili PT. Manggarai Multi Investasi  (MMI) mengharapkan akan kerja sama  dengan pemkab. Potensi yang bisa dikembangkan di Manggarai, menurutnya, sangat banyak. “Hanya saja selama ini masih terkendala listrik,” kata Mahu.

0 comments:

Posting Komentar